Lembaga Amil Zakat Nasional

Selama 20 tahun dipercaya mengelola dana ZAKAT, INFAK, SEDEKAH dari para dermawan untukk kebaikan Ummat

Daftar Jadi Donatur Daftar jadi Relawan

Our Services

Program Dakwah

Ujung tombak para penyeru kebaikan di daerah pelosok, terdalam dan terluar di seluruh NUSANTARA perlu kita dukung dengan program berbagi kebaikan

Read More

Program Pendidikan

Pendidikan menjadi pilar pembangunan Nasional untuk Indonesia lebih baik lagi. Layakkan pendidikan bagi anak generasi kita

Read More

Program Ekonomi

Ayo Bangkit dari keterpurukan perekonomian pasca pandemi dengan program kemanfaatan untuk pelaku usaha UMKM di Indonesia

Read More

Sosial Kemanusiaan

Bencana yang kerap melanda negeri kita menjadi moment terbaik kita untuk saling membantu dan meringankan beban penyitas bencana alam tersebut

Read More

Laporan Kegiatan kami

Selasa, 24 Maret 2015

SARNAS Hidayatullah Giatkan Penanganan Bencana





Hidayatullah.or.id – Tim pencarian dan penyelamatan SAR Nasional Hidayatullah terus aktif melakukan kegiatan Pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan penanganan bencana alam di nusantara. Seperti telah dimafhum , bencana alam seringkali terjadi tanpa dapat di 
prediksi.


Karenanya, Ketua SARNAS Hidayatullah, Syaharuddin Yusuf, dalam keterangannya kepada media di Jakarta beberapa waktu lalu, mengatakan masyarakat harus selalu diimbau untuk membangun kewaspadaan terhadap berbagai macam kemungkinan gejolak alam.
Bencana seperti banjir, longsor, gempa, dan gejala alam lainnya, sedapat mungkin bisa dihadapi dengan persiapan yang bagus baik dari aspek fisik, mental, maupun spiritualitas. Agar dapat survive dalam kondisi berat, kata Syahar, ketiga hal tersebut harus bisa dijaga.,
“Sebab, bagaimana pun, gejala alam yang terjadi di sekitar kita seperti banjir dan sebagainya, boleh jadi memang karena ulah manusia juga. Karena itu SARNAS Hidayatullah memasuki ceruk ini untuk aktif mensosialisasikan pentingnya menjaga keseimbangan bumi,” kata Syaharuddin.
Gelaran kegiatan Diklat SARNAS Hidayatullah saat ini terus dipacu. Kata Syahar, setelah sebelumnya dilakukan diklat di Balikpapan selama lebih dari 2 pekan, pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan serupa di tempat lain.
Pada Januari lalu, pihaknya menggelar acara pendidikan dan latihan (diklat) dasar untuk calon anggota pemula se-Kalimantan Utara (Kaltara). Acara ini digelar selama 10 hari (22 Desember – 1 Januari 2015) di Kota Tarakan.
Acara ini digelar di 2 tempat yakni di Kampus Hidayatullah Karungan (materi indoor) dan di Pantai Amal untuk materi praktik (outdoor). Acara ini diprakarsai oleh Syabab Hidayatullah Kaltara dan mendapatkan arahan langsung dari SAR Nasional Hidayatullah Pusat.
Kegiatan ini diikuti juga oleh perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) yang dalam hal ini yang tergabung di dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Diklat ini digelar atas kerjasama Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polisi, PMI dan didukung oleh beberapa perusahaan (BUMN) dan swasta.
Bersamaan dengan selesainya acara Diklat SAR Nasional Hidayatullah Kaltara, sekaligus mengukuhkan Ketua SAR Nasional Hidayatullah Kaltara dan pengurus. Pada kesempatan tersebut terpilih saudara Taufiq Abdul Mannan sebagai ketua SAR Nas Hidayatullah Kaltara Priode 2015-2018.
Pada bulan Maret ini kegiatan penempaan terus dilanjutkan. Pengurus Pusat SARNAS Hidayatullah pada Maret ini akan menggelar ekspedisi bagi anggotanya. Acara ini memang digelar secara nasional yang nantinya berkoordinasi dengan SARNAS Hidayatullah Jakarta sebagai tuan rumah.
Dijelaskan Syahar, sesuai dengan amanah Musyawarah Besar Nasional SARNAS Hidayatullah 2014, bahwasanya untuk seluruh anggota SAR Nasional Hidayatullah yang pernah mengikuti Diklat SAR, maka wajib mengikuti Ekspedisi SAR Nasional Hidayatullah yang diadakan setahun sekali.
“Banyak hal yang akan didapatkan anggota dalam ekspedisi ini. Lebih dari pada itu, seluruh anggota yang hadir dalam ekspedisi ini akan dilanjutkan dengan persiapan TOT Instruktur SAR Nasional Hidayatullah mendatang dengan sistem seleksi,” jelas Syahar.

Lebih jauh kata Syahar, kuota peserta ekspedisi kali ini hanya 30 Orang yang rencananya akan dilaksanakan pada 22-28 Maret 2015 dengan destinasi Ujung Kulon Jawa Barat. Adapun batas Pendaftaran adalah Tgl 18 Maret 2015.“Semoga rekan-rekan pengurus wilayah dapat mengirimkan wakil-wakilnya dalam acara ini,” pungkasnya (ybh/hio).




Dukung Informal Leader, Hidayatullah Malut Gelar Upgrading Dai











  Hidayatullah.or.id – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para dai dalam melakukan pengabdian dakwah dan pencerahan di berbagai daerah pelosok, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) bekerja sama dengan PW Hidayatullah Maluku Utara (Malut) mengadakan kegiatan upgrading dai.


Acara yang dirangkai dengan silaturrahim kader Hidayatullah se-Ternate ini mengusung jargon “Pencerahan Kelembagaan” dengan tema “Membangun Ummat Menuju Maluku Utara Mandiri dan Bermartabat”.
Panitia pelaksana, Arif Ismail Hanafi, dalam keterangannya kepada media ini mengatakan, acara ini digelar dalam rangka mendukung kiprah dai ummat yang telah melakukan pengabdian kemasyarakatan di berbagai wilayah di Maluku, khususnya Ternate.
Peran dai seperti guru mengaji dan ustadz yang mengelola yayasan sosial dan pondok pesantren, jelas Arif Hanafi, adalah peran sentral dai dalam pembangunan umat.
Sebab itu, Arif Hanafi menilai dai harus selau mendapatkan sokongan dari berbagai pihak tidak saja lembaga zakat dan sebagainya. Tapi juga dai semestinya mendapatkan perhatian dari pemerintah mengingat perannya adalah sebagai informal leader (pemimpin masyarakat) di sekitarnya.
“Mereka para dai telah turut serta dalam mewujudkan keberlangsungan pendidikan umat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Inilah yang kemudian mendorong Laznas BMH Ternate berkomitmen mendukung perjuangan para dai,” kata Arif Hanafi kepada Hidayatullah.or.id, Rabu (18/03/2015).
Mencerdaskan umat kata Arif adalah amanat undang-undang yang mestinya menjadi perhatian bersama. Pemerintah tentu saja akan kewalahan mengatasi ini sendirian. Maka, jelas Arif, peran dai, pesantren, dan ormas-ormas Islam, tidak bisa dinafikkan telah memberi kontribusi positif terhadap pembangunan sumber daya manusia anak negeri.
“Karenanya, kami mengucapkan terimakasih sebesarnya kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya yang selama ini telah mendukung program keummatan Laznas BMH Ternate ini,” pungask Arif Hanafi.
Kegiatan yang diselenggarakan di bilangan Wasile, Halmahera Timur ini berlangsung selama tiga hari (19-21/2015) yang dihadiri tim instruktur DPP Hidayatullah diantaranya adalah anggota Dewan Syuro Hidayatullah Al Hafidz Ustadz Aqib Junaid. (ybh/hio)

Senin, 23 Maret 2015

Syabab dan Peradaban Islam





DI ANTARA sejumlah organisasi pemuda islam di Tanah Air,Syabab Hidayatullah adalah yang termuda. Namun, bukan berarti organisasi ini tak memiliki kekuatan politik sama sekali.


Syabab Hidayatullah, sebagai organisasi otonom, telah menempatkan kader–kadernya di seluruh Nusantara, mulai dari Sabang hingga ke Merauke. Jumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ada 172 buah. Bahkan, ada juga di Timor Leste.
Syabab Hidayatullah adalah wadah generasi pelanjut misi organisasi massa Hidayatullah, yaitu memperjuangkan tegaknya peradaban Islam.Organisasi ini bukanlah underbouw dari partai politik, meski para anggotanya diperkenankan untuk memilih partai yang relevan dengan visi organisasi induknya.

Kebijakan politik Syabab Hidayatullah sejalan dengan kebijakan politik organisasi induknya, yaitu menjaga integrasi bangsa yang saat ini terancam mengalami disintegrasi.


Hidayatullah yakin seyakin-yakinnya bahwa hanya Islam yang dapat menyatukan pulau-pulau di Nusantara yang terserak dari Sabang hingga Merauke. Hal ini sudah teruji oleh sejarah.
Itulah sebabnya wawasan teritorial keindonesiaan menjadi salah satu doktrin bagi kader Syabab Hidayatullah. Sebab, lahan dakwah paling subur untuk menanam benih akidah Islamiyah adalah masyarakat Indonesia. Sehingga, sifat akomodatif yang non-partisan menjadi arus utama Syabab dan organisasi massa Hidayatullah saat ini.

Atas dasar itu, aktivitas utama kader Syabab Hidayatullah diarahkan pada upaya menggalakkan pendidikan dan dakwah. Pendidikan diutamakan dalam rangka mencetak kader–kader bangsa yang berkualitas secara spiritual dan intelektual. Sedang dakwah dihidupkan sebagai upaya merekrut massa sebanyak mungkin untuk menjadi basis dan pendukung eksistensi Hidayatullah sebagai organisasi massa.

Musyawarah Nasional Pertama Syabab Hidayatullah telah memfokuskan diri pada upaya revitalisasi spirit gerakan membangun militansi dan progresivitas kader. Ini didasari oleh pemikiran bahwa bangsa Indonesia akan porak poranda jika tidak ada pemuda yang mengisi kemerdekaan dengan karya nyata di tengah masyarakat. Dan, priotitas utama revitalisasi spirit gerakan ini adalah peningkatan pemahaman agama melalui belajar dan mengamalkan al-Qur’an, wahyu AllahSubhanahu wa Ta’ala (SWT).

Semangat belajar itu hendaklah tidak pudar meski kini tudingan miring sedang diarahkan kepada kalangan aktivis Islam. Ini terkait fitnah dan konspirasi pihak tertentu dengan dukungan bangsa-bangsa Barat untuk memojokkan Islam.

Tudingan dan fitnah itu perlu dijawab dengan aksi nyata. Jangan takut menunjukkan identitas Islam dan cara hidup islami. Justru sebaliknya, kita perlu menggencarkan gerakan memakmurkan masjid, mengkaji al-Qur’an, sambil membuktikan bahwa mereka yang aktif di masjid adalah orang-orang yang selalu siap membantu lingkungannya dengan penuh kasih sayang.

Upaya-upaya merusak citra Islam melalui fitnah dan tudingan-tudingan tidak akan mempan manakala kaum Muslim tetap istiqamah menghidupkan budaya islami dimanapun mereka berada.
Kini, Syabab Hidayatullah diharapkan bisa mengambil posisi terdepan dalam menyukseskan Gerakan Nasional Mengajar-Belajar al-Qur`an (Gran MBA). Gerakan ini menjadi andalan bagi organisasi massa Hidayatullah untuk membangun peradaban Islam.

Melalui gerakan ini akan tertanam jiwa Qur`ani di hati masyarakat sebagai dasar membangun bangsa di masa depan, sekaligus salah satu amal yang diperintahkan junjungan kita Nabi MuhammadShallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW).

Selanjutnya, mari kita bangun tekad bersama untuk mencerdaskan bangsa melalui dakwah. Jangan merasa ragu untuk berkorban apa saja demi tegaknya Islam di bumi Allah SWT ini. Wallahu a’lam.*

Jati Diri pendidikan Nasional



Sistem pendidikan yang terlalu fokus kepada kurikulum, biasanya tidak pernah memuaskan masyarakat. Sebab, jika ada keluhan mengenai pendidikan, maka telunjuk langsung mengarah pada kurikulum sebagai biang keroknya.

Bahkan, jika orang-orang yang dihasilkan dari pendidikan tersebut memiliki perilaku tidak selaras dengan kebijakan pemerintah, arah tuduhannya tetap kepada kurikulum.
Untuk mengatasi persolan ini kita perlu mengubah strategi pendidikan. Kita harus kembali kepada strategi pendidikan yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW).
Memang, ada banyak strategi pendidikan yang bisa kita terapkan. Namun, semua itu memiliki konsekuensi. Strategi pendidikan yang memprioritaskan pada kualitas intelektual, misalnya, cenderung bersifat kognitif dan mengabaikan sisi afektif.
Adapun sistem pendidikan yang diterapkan Rasulullah SAW bersifat menyeluruh. Secara kongkrit, output pendidikan Rasulullah SAW memiliki jati diri, yaitu manusia yang berideologi.
Lantas, apa yang menjadi fokus garapan Departemen Pendidikan Hidayatullah? Apakah diarahkan untuk menjawab ketertinggalan intelektual, menyajikan konsep pendidikan integral, atau sistem pendidikan Rasulullah SAW dalam format kekinian?
Jika Hidayatullah ingin mengacu pada format pendidikan Rasulullah SAW, lalu bagaimana modelnya? Bagaimana pula implementasinya ?
Sistem pendidikan adalah alat transformasi nilai yang akan diserap oleh anak didik. Di Hidayatullah, transformasi nilai tersebut bisa dilakukan secara klasikal atau non-klasikal, kooperatif, atau non-kooperatif.
Namun, yang menjadi fokus perhatian bukan persoalan teknis tersebut, melainkan bagaimana pendidik memahami konsep dasar pendidikan menurut manhaj Hidayatullah. Manhaj ini sudah dikenal dengan istilah Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW).
Pesan inti dari SNW adalah bagaimana melahirkan insan bertauhid dan mampu mewujudkannya lewat organisasi imamah-jamaah. Produk dari sistem pendidikan Hidayatullah adalah SDM yang memiliki visi hidup berjamaah.
Atas dasar itu, pendidikan di Hidayatullah berbasis pada penanaman nilai–nilai keimanan (akidah/tauhid) yang akan menjadi bekal anak didik untuk menuntut ilmu yang lebih luas, yaitu pendidikan di masyarakat kelak.
Konsekuensinya, guru atau pendidik di Hidayatullah harus lebih menguasai konsep dasar (manhaj) ini secara detail sekaligus modal untuk mencerahkan masyarakat.
Pada zaman jahiliah sebelum Islam turun di Makkah, ajaran materialisme sangat mendominasi semua sektor kehidupan. Harga diri seseorang diukur dari seberapa banyak ia memiliki harta. SNW memberikan alternatif yang jauh lebih baik dari itu.
Semakin terdidik suatu masyarakat, semakin banyak faktor yang dijadikan pertimbangan dalam memilih lembaga pendidikan. Sebaliknya, semakin awam masyarakat, semakin sederhana ia mempertimbangkannya.
Mayoritas masyarakat modern dalam memahami pendidikan sangat memperhatikan faktor–faktor berikut: (1) siapa mendidik siapa, (2) masyarakat yang mana, (3) kapan dan di mana, (4) untuk posisi apa peserta didik itu dididik.
Sistem pendidikan sekolah merupakan mekanisme alokasi posisional. Yakni, masyarakat memberi mandat kepada pihak sekolah untuk membina anggotanya agar kelak bisa menempati posisi–posisi tertentu.
Adapun sistem pendidikan Rasulullah SAW bertujuan memenuhi kebutuhan SDM sebagai cikal bakal eksisnya masyarakat Qur`ani. Itulah substansi kampus pendidikan yang alamiah, ilmiah, dan Islamiah.
Sekali lagi, model dan metodologi pendidikan adalah faktor teknis. Yang lebih penting bagaimana model dan jati diri out put pendidikan di masa depan. SDM yang dihasilkan dari proses pendidikan di Hidayatullah hendaknya mampu menjadi pemimpin yang berideologi (ideolog leader). *

Sebaik Baik Manusia yang Membawa Manfaat








  "Suatu ketika saya mendapatkan tugas dakwah di sebuah tempat yang komunitas masyarakatnya adalah masyarakat yang majemuk, ada Muslim dan non Muslim.Konon,di tempat itu menjadi salah satu sasaran Misionaris.Tepatnaya di lereng wilis,Dusun Turi,Desa Geger,Kecamatan Sendang,Kabupaten Tulungagung,
Jawa Timur.


Sebagai pemula yang melibatkan diri untuk berkecimpung di medan dakwah, tugas ini tentu berat bagi saya. Di tempat ini, saya membawa misi menghidupkan kegiatan-kegiatan keislaman baik melalui jalur pendidikan, mushalla dan masjid serta pembinaan langsung pada masyarakat.
Awal kedatangan saya diterima oleh Pak Trimo, salah satu warga di Dusun Turi yang mempunyai rumah besar dan luas. Di situlah saya tinggal dan menjadi bagian dari keluarga mereka selama menjalankan tugas.

Tugas pertama saya disambut cuaca dingin. Tiada hari tanpa hujan, dan tiada hari tanpa kabut. Karena itu saban hari harus menggunakan jaket. Kala itu, sempat terbersit ingin pulang karena kondisi cuaca dingin yang tidak bersahabat dengan tubuh saya. Namun keinginan itu saya tahan, dan saya kuatkan dengan motivasi diri agar tetap melaksanakan tugas dan tidak pulang sampai tugas selesai dan berhasil.
Atas saran dan arahan tokoh setempat, saya memulai tugas dengan menghidupkan kegiatan pembelajaran al-Qur’an yang sudah libur di mushalla.
Kegiatan utama saya di mushalla adalah mengisi pembelajaran al-Qur’an bagi anak-anak dan juga ibu-ibu. Sementara untuk kegiatan di masjid saya diberi tugas untuk menjadi bilal dan sesekali sebagai khatib Jum’at.

Dengan bekal ilmu sebagai bilal dan khatib Jum’at yang dulu pernah saya pelajari waktu menjadi santri kalong di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur, saya laksanakan tugas itu dengan enjoy. Sungguh hal yang sangat menyenangkan bisa mengamalkan ilmu yang saya pelajari di bangku sekolah dahulu.

Kegiatan rutin lain, adalah mengisi kegiatan tahlil ibu-ibu kampung setiap hari Ahad siang. Alhamdulillah karena dulu saya dilahirkan dilingkungan Nahdiyin sehingga tidak mengalami kesulitan dalam tugas itu.

Saya juga mengajarkan seni hadrah. Sebagai mantan vokalis hadrah tentunya saya mempunyai pengalaman dan tahu bagaimana cara memainkannya. Masyarakat khususnya ibu-ibu sangat antosias mengikuti sehingga kesenian ini menjadi bagian dari rangkain kegiatan tahlilan.

Yang terakhir dari aktivitas saya selama di Dusun Turi adalah terjun di lembaga pendidikan dengan mengajar dan mendampingi murid dalam beraktivitas. Lembaga pendidikan yang paling dekat dengan tempat saya adalah SD dan SMP, sehingga tempat itulah yang menjadi pilihan saya untuk melaksanakan aktivitas mengajar.

Pengalaman ini menjadi kenangan dan pelajaran bagi saya, sehingga membuat saya termotivasi untuk senantiasa terus belajar, belajar, dan belajar. Sesungguhnya, semakin banyak ilmu seseorang semakin banyak pula peluang baginya untuk menebarkan manfaat bagi sesama. Sebagaimana hadits Nabi;
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.”

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Kontak Kami

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah BMH tetap berkhidmat bersama Ummat - WA 0851.0471.7000

Alamat:

Jalan Sidomakmur 15 Sengkaling Dau Malang

Jam Kerja:

Senin sampai Jumat pUkul 08.00 hingga 16.30

Phone:

0851.0471.7000

Recent Comments

Recent Posts