Lembaga Amil Zakat Nasional

Selama 20 tahun dipercaya mengelola dana ZAKAT, INFAK, SEDEKAH dari para dermawan untukk kebaikan Ummat

Daftar Jadi Donatur Daftar jadi Relawan

Our Services

Program Dakwah

Ujung tombak para penyeru kebaikan di daerah pelosok, terdalam dan terluar di seluruh NUSANTARA perlu kita dukung dengan program berbagi kebaikan

Read More

Program Pendidikan

Pendidikan menjadi pilar pembangunan Nasional untuk Indonesia lebih baik lagi. Layakkan pendidikan bagi anak generasi kita

Read More

Program Ekonomi

Ayo Bangkit dari keterpurukan perekonomian pasca pandemi dengan program kemanfaatan untuk pelaku usaha UMKM di Indonesia

Read More

Sosial Kemanusiaan

Bencana yang kerap melanda negeri kita menjadi moment terbaik kita untuk saling membantu dan meringankan beban penyitas bencana alam tersebut

Read More

Laporan Kegiatan kami

Selasa, 05 Mei 2015

Manfaat Khitan Bagi Kesehatan

Khitan atau circumsision adalah sebuah proses tindakan memotong kulup (kulit) yang menutupi ujung organ intim laki-laki. Khitan disyariatkan dalam Islam karena mempermudah seorang muslim untuk mensucikan diri dari najis. Sementara suci dari najis merupakan syarat diterimanya suatu ibadah.
Terlepas dari tuntunan syariah, khitan punya masnfaat tersendiri bagi kesehatan. Manfaat yang sangat besar bagi seorang laki-laki dan bahkan manfaat bagi pasangan hidupnya. Adapun manfaat khitan bagi kesehatan antara lain adalah:
- Menjaga Kebersihan
Khitan membuat pria lebih mudah membersihkan organ intimnya. Kebersihan organ intim tentu bisa melindungi pria dari berbagai penyakit menular yang mematikan
- Mencegah Infeksi
Sebenarnya risiko serangan infeksi saluran kemih pada pria tidak begitu tinggi ketimbang wanita. Namun infeksi lebih mudah menyerang pria yang organ intimnya tidak dikhitan.
- Mencegah Penyakit
Pria yang sudah dikhitan memiliki risiko rendah untuk terkena penyakit menular seksual, salah satunya adalah HIV. Namun tetap saja, seks dengan pengaman tetap dianjurkan meski sudah berkhitan.
- Mencegah Inflamasi
Bagian ujung organ intim pria merupakan tempat tumbuhnya banyak bakteri. Jika tidak dikhitan, pria berisiko menderita inflamasi yang berujung pada berbagai masalah kesehatan.  
- Mencegah Kanker
Terakhir dan tidak kalah penting, manfaat khitan bagi kesehatan pria adalah mencegah kanker. Bahkan pria yang berkhitan juga membantu pasangan menurunkan risiko kanker serviks.

Itulah tadi manfaat khitan bagi kesehatan. Sebagai tambahan, khitan tidak memengaruhi kesuburan, maupun kepuasan seksual pria ketika bercinta.
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Cabang Malang akan mengadakan Khitan Berkah pada tanggal 17 Mei 2015 di Kantor Jawa Pos Radar Kanjuruhan (Radar Malang yang akan membuka kantor baru di wilayah Kepanjen).
Anda bisa berpartisipasi untuk acara khitan bekah dengan cara:
Transfer ke rekening Muamalat 715.0000.963 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah.
Menghubungi lewat call/SMS/WhatsApp ke nomor 0851.0471.7000

Sabtu, 25 April 2015

Cek Kesehatan Gratis On The Road





Balikpapan . Bertempat di lapangan Merdeka Jl. Jendral Sudirman , BMH bersama para relawan menyelengarakan cek kesehatan  gratis bagi masyarakat luas yang sedang meramaikan gelaran car free day.
kesehatan gratis on the road ini, juga dimanfaatkan sebagai wadah sosialiasisi kesadaran berzakat kepada masyarakat luas. Tak disangka, hal ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, tak sedikit masyarakat yang menunaikan zakat dan sedekahnya setelah melakukan pengecekan kesehatan gratis tersebut.
Menggunakan mobil layanan sosial, kursi dan meja, relawan BMH Balikpapan membuka gerai pengobatan gratis di tengah warga sedang berolahraga. Pelayanan yang diberikan berupa pemeriksaan kesehatan berupa cek kolesterol, gula darah, asam urat dan cek darah.
Selain melakukan pengecekan kesehatan secara gratis, ungkap Thohir selaku koordinator lapangan kegitan tersebut, juga melakukan sosialasi kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS.
“Hal ini sangat penting, karena kesadaran menunaikan ZIS masyarakat menengah atas masih sangat kurang padahal saudara-saudara kita yang ekonomi lemah diberbagai pedalaman daerah menunggu program pembinaan dan pemberdayaan yang sudah seharusnya diselenggarakan bagi mereka,” paparnya.
“Diantaranya program pembinaan dan pemberdayaan yang kami tawarkan, Voucher Wakaf, Kencleng Pendidikan, Sebar Al-Quran Nusantara, Beasiswa Tahfidz Al-Quran, Dakwah Dai Tangguh dan program lainnya, berbagai program ini diantarnya kami melihat kebutuhan masyarakat tentang pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an,” sambung Thohir.
Program pembinaan dan pemberdayaan merupakan solusi konket dalam memberikan pelayana kepada umat, melalui pembinaan dakwah dai tangguh masyrakat tak hanya mendapatkan pemberdayaan ekonomi tapi juga pembinaan secara ruhani.*/Ali Mu’afi


Berantas Buta Baca Al Qur'an Dengan Beasiswa Tahfidzul Qur'an




Bekasi . Berdasarkan data yang dikeluarkan BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2013 menunjukan bahwa sebanyak 54% umat Islam Indonesia masih buta baca tulis Al Qur’an .
Hal ini disebabkan kurangnya pemerataan penyebaran Al-Qur’an dan minimnya fasilitas pembinaan pelajar mengajar Al-Qur’an di daerah.
Melihat hal ini BMH diseluruh cabang di Indoensia menyuarakan kepadulian terhadap pembinaan dan buta baca Al-Qur’an bagi masyarakat pedalaman yaitu melalui program wakaf sejuta Al-Qur’an dan beasiswa Tahfizul Qur’an bagi yatim dan masyarakat dhuafa.
Seperti yang baru-baru diseleggarakan penyaluran beasiswa bagi santri tahfidzul Qur’an binaan BMH Bekasi, melalui Majlis Ta’lim Al-Hijrah yang mayoritas di ikuti oleh ibu-ibu ini mengumpul iuran dari para peserta pengajian yang kemudian diserahkan sebagai beasiswa bagi 50 santri tahfidzul Qur’an yatim dan dhuafa Pesantren Hidayatullah Tahfizul Qur’an Bekasi.
“Alhamdulillah dukungan masyarakat sangat berarti bagi mereka, setelah beberapa lalu menyalurkan wakaf Al-Qur’an sekarang kami berkesempatan menyalurkan beasiswa bagi santri tahfidzul Qur’an,” jelas Hamid selaku Kadiv Program dan Pendayagunaan BMH Bekasi.
“Semoga kerjasama ini dapat berkesinambungan sehingga dapat lebih banyak memberikan manfaat bagi anak – anak binaan yang sebagian besar tergolong dhuafa ini,” sambungnya.
Ustadz Furqon selaku pembina para santri binaan menuturkan banyak terima kasih kepada BMH serta para donatur sehingga anak-anak binaan dapat belajar dengan nyaman tanpa harus memikirkan biaya yang mahal.
“Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir tak henti-hentinya, seiring para santri tahfizul Qur’an dewasa hingga menyebarkan dakwah diberbagai daerah,” jelas Furqon.
Bersama BMH, melalui Zakat, Infak dan Sedekah anda mampu melahirkan perubahan yang lebih baik. Zakat Pilar Perubahan.*/Ali Mu’afi


Jumat, 24 April 2015

5 Perguruan Tinggi Telah Di Miliki Hidayatullah



Hingga kini , Hidayatullah telah memiliki setidaknya 5 Perguruan Tinggi yang terbesar di beberapa kota di Indonesia.

Kelima Perguruan Tinggi tersebut yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Lukmanul Hakim di Surabaya, Jawa Timur. Sekolah Tinggi Ilmu Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah di Depok, Jawa Barat. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Hidayatullah di Batam, Kepulauan Riau. Dan STIKMA Internasional di kota Malang, Jawa Timur.



Hidayatullah dalam sektor pendidikan


Tulisan ini merupakan rangkuman dari pesan yang disampaikan Aep Syaefuddin, salah satu anggota Pengurus Pusat Hidayatullah dalam suatu kesempatan. Berikut beberapa kalimat inti yang coba dihimpun sebagai bahan perenungan kita semua.

Aep Syaefuddin membeberkan pentingnya produk kader asli lembaga yang lahir dari Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH). Sebab PTH merupakan mesin yang memproduk pemuda yang yang faqih dan muharrik dalam bidangnya yang perannya untuk membangun ummat.

Ditengah tengah kehidupan global, alumni PTH yang sudah tersebar di seluruh wilayah Nusantara, adalah bukti komitmennya dalam pembangunan peradaban Islam di bumi Indonesia. Tentunya hal ini tidak lepas dari proses tumbuh kembangnya pembangunan ummat Islam secara global.

Dengan demikian peran lokal para pemuda Hidayatullah khususnya alumni PTH yang berada di daerah Nusantara, sudah selayaknya menjadi bagian dari perubahan yang terjadi di dunia.

Karenannya, penguatan wawasan global menjadi penting dan prioritas. Hal ini untuk lebih mendewasan gerakan perubahan yang diusung, dan lebih mengeksiskan kebaradaannya sebagai muharik pembangunan peradaban di bumi Nusantara.

Sementara ini, untuk di akui di level dunia seperti masuk ke anggotaan WAMY XII di maroko, memang belum, apalagi sebagai nara sumber di acara tersebut. Sampai-sampai tahun ini tidak ada tokoh pemuda Indonesia yang menyumbangkan gagasan pembangunan peradaban Islam. Dan tentu untuk bisa diakui pemuda kita harus mempersyaksikan kiprahnya di bumi Nusantara ini baik dari gagasannya (mujtahid) maupun karyanya (muharrik).

Sebuah tantangan sekaligus peluang bagi pengusung perjuangan pembangunan peradaban.  Untuk itu, PTH, harus mampu meningkatkan kompetensi mahasiswanya, sekaligus institusiya. Serta melakukan konsolidasi para alumninya dan melakukan pembaharuan-pembaharuan peranan mereka untuk lebih berkibar peranannya. Karena bagaimanapun kampus PTH adalah ibu yang melahirkan mereka, sehingga kekuatan moril dan intelektual ini yang terus di gulirkan PTH. */

Penyakit Takatsur Penghalang Utama Untuk Berbagi

kemawahan adalah salah satu penghalang kita untuk berbagi
Ditengah jutaan rakyat miskin masih banyak para pejabat yang Gemar memamerkan Kekayaan hasil korupsi. Hilang  pada diri mereka rasa prikemanusiaan dan rasa takut kepada allah Subhanahu wata'ala. Telah lenyap pada diri mereka khekawatiran terhadap perhitungan yaumul hisab. sesungguhnya keadaan ini telah diprediksi oleh Rosulullah SAW. 
Seperti yang di terangkan dalam surat at takatsur yang artinya :
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. janganlah begitu,  jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,  niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim.” (QS. At Takatsur (102) : 1-6).
Dan di terangkan pula dalam sebuah Hadist :
“Akan tiba bagi manusia  suata masa pada saat orang tidak lagi  peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram.”  (HR. Bukhari).
Pejabat tinggi melakukan korupsi secara besar-besaran. Pejabat kecil melakukan korupsi kecil-kecilan. Yang menjadi korban adalah rakyat kebanyakan. Kekayaan negara yang demikian melimpah hanya dinikmati oleh segelintir kecil orang. Rakyat kebanyakan harus rela hidup di bawah garis kemiskinan. Orang miskin tidak boleh sakit. Orang miskin tidak boleh pintar. Orang miskin tidak boleh bahagia. Terjadilah ketimpangan dalam distribusi wewnang dan hasil pembangunan. Bertolak dari sinilah terjadinya kehancuran berbagai negeri.
 “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al Hasyr (59) : 7).
Kita tidak boleh membiarkan ketimpangan sosial ini terus terjadi. Kita harus berjuang dengan cara mencerdaskan masyarakat kita, terutama para pejabat kita yang suka melakukan manipulasi angka-angka. Kita ajari mereka agar memiliki kecerdasan finansial sehingga kemakmuran rakyat yang menjadi cita-cita berdirinya negara Indonesia itu dapat terwujud.Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang makmur dan memperoleh ampunan dari Tuhan Yang Maha Pengampun).
Hidup di zaman sekarang ini memang berat. Semua serba uang. Mau melahirkan anak memerlukan uang. Mau makan, mau sekolah, bahkan mau ke WC di terminal pun harus mengeluarkan uang. Apalagi kalau sakit, mati pun mengeluarkan uang.
Hal ini sesuai dengan prediksi Rasulullah. “Pada akhir zaman kelak manusia harus menyediakan harta untuk menegakkan urusan agama dan urusan dunianya.” (HR. Thabrani).
Memang dengan harta yang cukup kita dapat memelihara harga diri kita dari meminta-minta, dan kita bisa menolong orang lain. Dengan harta yang cukup kita dapat makan dan minum yang halal dan thayib, bisa bersedekah dan bisa beribadah haji. Kita bisa makan kenyang, tidur pulas, menutup aurat dan tempat tinggal yang mapan.
Justru, orang yang rakus bermental miskin. Berapapun karunia yang diberikan oleh Allah SWT tidak dapat mengantarkannya bermental memberi. Islam mengajarkan, orang yang kaya itu bukanlah orang yang banyak saldonya di Bank. Orang yang kaya adalah orang yang kaya hati.
Orang yang kaya hati, senang berbagi dan memberi orang-orang yang membutuhkannya.
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَالْمَحْرُومِ
“Dan dalam hartanya ada hak bagi peminta-minta, dan orang miskin yang menahan diri dari meminta”.
Maksudnya, ia gemar bersedekah dan memberikan sebagian rizki yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala kepadanya untuk orang lain yang membutuhkan. Ia yakin dengan memberi sesungguhnya akan mendapatkan/memperoleh. Allah Subhanahu Wata’ala  akan menggantinya dan melipatgandakannya. Orang inilah yang bermental kaya. Sebaliknya, orang yang simpanannya banyak, tetapi merasa kurang terus, sehingga ia dihinggapi penyakitthoma’ (rakus), sesungguhnya ia bermental miskin. Semakin menumpuk kekayaan yang dimilikinya bagaikan minum air laut, semakin diminum semakin haus.
Orang bertakwa tidak terjangkiti penyakit materialis. Yaitu, ketika memberi selalu mempertimbangkan untung/rugi. Ada maksud tersembunyi dibalik pemberiannya itu. Ia khawatir jika ia memberi, jatuh miskin. Takut hartanya berkurang. Ia tidak percaya bahwa Allah Subhanahu Wata’ala  yang melapangkan dan menyempitkan rezeki seseorang.
o   Dengki (Hasud)
Dengki adalah rojaa-u zawaali ni’mati al-ghoir (senantiasa berharap hilangnya nikmat pada diri orang lain). Dalam sejarah kehidupan manusia sifat buruk inilah yang menjadi penyebab pembunuhan pertama kali di dunia. Dilakukan putra seorang Nabi yang bernama Qobil dan Habil. Habil meninggal di tangan kakak kandungnya hanya karena persoalan wanita. Wajar jika Rasulullah mengingatkan kepada kita bahwa sifat hasud tidak sekedar mencukur rambut bahkan mencukur sendi-sendi agama.
Beliau juga mengingatkan: “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki akan membakar seluruh kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.“ (al Hadist). Ummat ini akan menjadi baik selama tidak berkembang sifat dengki.
Demikian bahayanya secara individu dan sosial, Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam mengajarkan kepada kita doa khusus agar terhindar dari penyakit dengki.
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Ssesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hasyr (59) : 10).
o   Takabur (Sombong)
Menurut Imam Al Ghozali puncak keruntuhan kepercayaan adalah syirik (menyekutukan Allah) dan puncak kerusakan akhlak adalah takabur. Takabur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain (bathrul haq wa ghomthun Nas). Sifat warisan iblis inilah yang menjadikan anak manusia tidak pandai melihat kekurangan dirinya sendiri (intropeksi), tetapi lebih senang melihat kekurangan orang lain. Semua orang memiliki kans untuk bersikap sombong dalam profesi apapun. Karena keturunan (nasab), kedudukan (hasab), ketampanan (al Jamal), kekuatan (al Quwwah), kekayaan (harta), ilmu (pengetahuan), al atba’ (pengikut).
Tetapi, kesombongan yang paling dibenci adalah kesombongan yang dilampiaskan tanpa alasan. Yaitu, orang miskin yang sombong, orangtua yang berzina, dll. Seharusnya miskin harus tahu diri. Seharusnya orangtua itu lebih cenderung kepada ketaatan. Karena, usia yang dimilikinya semakin berkurang. Tua-tua berbudi, makin tua makin mengabdi.
Allah sangat membenci kesombongan. Karena pada dasarnya manusia itu tempat salah dan lupa (al insanu mahalil khothoi wa an nisyan). Sekalipun manusia memiliki potensi yang baik yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, tetapi dibatasi oleh berbagai kekurangan/kelemahan.
Di dalam diri manusia disamping ada sisi terang, pula ada sisi gelap. Manusia hanya berisi tong kotoran yang bersumber dari dua lubang mata, dua lubang telinga, dua lubang hidung, lubang qubul dan lubang dubur. Kesempurnaan hanyalah milik Allah. Allah tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga seorang yang dalam dirinya masih tersimpan sifat sombong sekalipun seberat atom.
o       Dendam
Sifat ini sangat berbahaya baik secara individu maupun kelompok/kehidupan sosial. Karena sifat ini akan mendorong seseorang untuk menjatuhkan orang lain yang berbeda dengannya. Ia ingin melihat orang yang menjadi lawan politiknya celaka. Ia akan berusaha agar tidak ada orang lain yang menyainginya, baik dalam aspek jabatan, kekayaan, pengaruh, ilmu dll. Ia gembira jika melihat orang lain bernasib buruk, dan menderita, serta jatuh, agar posisinya tetap eksis dan diakui orang lain. Rasulullah mengingatkan kepada kita agar senantiasa waspada terhadap penyakit jiwa ini. Sebab penyakit ini akan mudah merusak pergaulan hidup.
Jika kita mencermati carut marutnya kehidupan manusia dari masa ke masa pokok pangkalnya adalah efek ketiga penyakit jiwa tersebut. Yaitu: serakah, dengki, sombong dan dendam.
Usaha yang terpenting dalam mengatasi gejolak sosial lanjut beliau, masing-masing individu dari anak bangsa ini mengembangkan tiga sifat berikut:
Pertama, maafkanlah orang yang pernah berbuat zalim kepadamu (wa’fu man zhalamaka).Kedua, berilah kepada orang yang pernah menghalangi pemberian kepadamu (wa’thi man haromaka). Ketiga, sambunglah orang yang pernah memutuskan hubungan kepadamu (wa shil man qotho’aka).
Jika sikap senantiasa memberi kepada siapa saja, apapun bentuknya pemberian itu, baik berupa materi dan immateri, menjalin silaturahim dan menyebarkan pintu maaf maka rahmat Allah akan senantiasa meliputi kehidupan mereka…
 “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,  (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS: Ali Imran (3) : 133-134).*/Ali Mu’afi


Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Kontak Kami

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah BMH tetap berkhidmat bersama Ummat - WA 0851.0471.7000

Alamat:

Jalan Sidomakmur 15 Sengkaling Dau Malang

Jam Kerja:

Senin sampai Jumat pUkul 08.00 hingga 16.30

Phone:

0851.0471.7000

Recent Comments

Recent Posts