Lembaga Amil Zakat Nasional

Selama 20 tahun dipercaya mengelola dana ZAKAT, INFAK, SEDEKAH dari para dermawan untukk kebaikan Ummat

Daftar Jadi Donatur Daftar jadi Relawan

Our Services

Program Dakwah

Ujung tombak para penyeru kebaikan di daerah pelosok, terdalam dan terluar di seluruh NUSANTARA perlu kita dukung dengan program berbagi kebaikan

Read More

Program Pendidikan

Pendidikan menjadi pilar pembangunan Nasional untuk Indonesia lebih baik lagi. Layakkan pendidikan bagi anak generasi kita

Read More

Program Ekonomi

Ayo Bangkit dari keterpurukan perekonomian pasca pandemi dengan program kemanfaatan untuk pelaku usaha UMKM di Indonesia

Read More

Sosial Kemanusiaan

Bencana yang kerap melanda negeri kita menjadi moment terbaik kita untuk saling membantu dan meringankan beban penyitas bencana alam tersebut

Read More

Laporan Kegiatan kami

Jumat, 24 April 2015

Hidayatullah Malang Beri Beasiswa Ratusan Santri

Suasana belajar di ruang terbuka SMP Ar Rohmah Putri Hidayatullah Malang/ dok



Hidayatullah.or.id -  Sekolah terinteregrasi Ar Rohmah Putri, Pesantren Hidayatullah, Dau Malang,Jawa Timur, memberikan bantuan bagi 275 santri yang membutuhkan. Bantuan diberikan berupa keringanan pembayaran SPP dan beberapa jenis biaya lainnya.
“Jadi sifatnya subsidi silang,” kata Abdullah, dari Yayasan Ar Rohmah Hidayatullah Malang.
Hal itu dikemukakan Abdullah di Malang, belum lama (12/4) ini, dalam acara Pertemuan Wali Santri SMP Ar Rohmah Putri.
Pondok Pesantren Hidayatullah, Malang, memiliki sekitar 720 santri SMP Putri dan sekitar 300 santri SMA Putri. Selain itu, ada juga siswa play group, TK dan sekolah dasar.
Yayasan Ar Rohmah juga mengembangkan SMP dan SMA Putra terintegrasi. Menurut Abdullah, dari 275 santri yang menerima bantuan, berasal dari seluruh lembaga yang dikelola Yayasan Ar Rohmah Malang.
Kepala Asrama Ar Rohmah Putri, Najad Sakinah, menyebutkan, pendidikan di Ar Rohmah Putri, dilakukan secara terintegrasi, baik di sekolah maupun di asrama.
Khusus untuk pendidikan di asrama, ditekankan pada aspek adab, ibadah, kemandirian dan kepemimpinan.
“Apa yang kami upayakan akan tercapai kalau didukung oleh para wali santri. Adanya kepercayaan dan kerjasama yang baik,” kata Sakina.
Kepala SMP Ar Rohmah Putri, Rully Cahyo Nuvanto, mengatakan, dukungan orang terhadap keberhasilan anak, bisa diwujudkan dengan memberikan contoh yang baik. Karena dengan demikian anak tidak bingung dengan pendidikan yang diterimanya di pesantren.
“Kalau orang tua tidak mencontohkan ibadah yang baik,sementara di sekolah dididik menjadi anak yang solihah, anak jadi bingung, mana yang harus diikutinya,” kata Rully.*/Ali Mu’afi 


Manhaj Mencetak Pemimpin






Sebagai seorang yang beriman, tentu merindukan seorang pemimpin yang beriman. Pemimpin adalah bagian yang tak dapat dipisah – pisahkan dari  diri kita.
Karena, pemimpin yang akan mengarahkan, memandu, dan membimbing kita, pengaruhnya kita rasakan secara langsung dalam memberikan perubahan kehidupan keseharian kita. Sehingga, pemimpin tersebut tidak saja legal secara konstitusional, pula legitimate, dan dicintai rakyatnya.
Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami,  ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini (membenarkan) ayat-ayat Kami (QS. As Sajdah (32) : 24).
Dalam Al Quran, Allah SWT telah menjelaskan kepada kita karakteristik pemimpin yang ideal. Yaitu pemimpin yang adil, kasih sayang, dan mencintai kita. Pemimpin yang dapat diteladani keilmuannya, ketakwaannya, pengabdiannya (khidmahnya).
Pemimpin yang menomorsatukan kepentingan yang dipimpin, dan menomor duakan kepentingan diri, keluarga, dan golongannya. Karena, ia sudah menjadi milik umat.  Bukan saja milik keluarga dan kabilahnya.
Ketika Allah menjelaskan proses pengangkatan nabi Yusuf as sebagai bendahara Mesir, Allah menjelaskan bagaimana Qithfir Al ‘Aziz memuji Yusuf.
Raja berkata:
Bawalah Yusuf kepadaku. Aku akan jadikan dia penasihat khusus untuk diriku.  Maka tatkala raja itu berbicara kepada Yusuf, Raja berkata : Mulai hari ini engkau menjadi orang yang memiliki kedudukan lagi terpercaya di sisi kami. Yusuf berkata : Jadikanlah aku pengelola harta kekayaan negara. Sesungguhnya aku orang yang sangat pandai untuk mengelola, lagi sangat luas pengetahuanku (QS. Yusuf (12) : 54-55).
Merujuk ayat di atas, kita memahami empat kriteria yang sepatutnya melekat dalam struktur kepribadian seorang pemimpin. Dengan keempat karakter tersebut, Yusuf menjadi pemimpin yang ideal. Menggabungkan  mutu komitmen dan kompetensi.
Demikian pula karakter pemimpin para malaikat (Jibril) yang Allah amanahi menyampaikan wahyu kepada para rasul-Nya, karakter Jibril yang dipuji oleh Allah dalam Al Quran.
Sesungguhnya Al Quran itu  benar-benar firman Allah yang dibawa oleh utusan yang mulia (Jibril). Yang memiliki kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah, mempunyai ‘arsy yang ditaati disana di alam malaikat lagi amanah (dapat dipercaya). (QS. At Takwir (19) : 21).
Jibril memiliki karakter yang sempurna, sehingga Allah menunjuknya untuk mengemban tugas paling berat, mengantarkan wahyu kepada utusan Allah yang ada di muka bumi ini. Dan seperti itulah selayaknya pemimpin yang menjadi wakil bagi rakyatnya. Bukan DPR (Dewan Perwakilan Rupiah), tetapi DPR (Dewan Perwakilan Ruhiyah) bagi rakyatnya. Dia sosok yang terhormat, bukan manusia rendahan. Memiliki kemampuan dan profesionalitas. Dan amanah dalam mengemban tugas.
Tentu saja, untuk memiliki pemimpin  dengan karakter yang sangat ideal bukan pekerjaan instan. Melahirkan pemimpin terkait dengan amaliyyatud tadayyun (proses keberagamaan) kita. Dan, proses interaksi dengan agama kita sebanding dengan ‘amaliyyatut ta’allum (proses pembelajaran) yang berlangsung secara berkesinambungan.
Jadi, untuk menyiapkan pemimpin yang merupakan foto copy diri kita, tergantung kesiapan kita untuk diproses, ditarbiyah, ditakwin, menuju insan yang shalih bagi setiap tempat dan masa sesuai dengan karakteristik dinul Islam itu sendiri.
Kelahiran seorang pemimpin terkait langsung dengan kualitas keberagamaan kita. Jika kita adalah sosok minal muttaqin, minal mukminin, minal mujahidin, minal muqarrabin, minash shalihin, minal muhsinin, maka seperti itulah pemimpin yang akan kita lahirkan.
Sebaliknya, jika kita tidak memiliki keterikatan yang kuat (komitmen) terhadap nilai-nilai manhaj(wahyu), kita jangan kaget jika Allah SWT mengirimkan pemimpin yang fasiq, diktator, di tengah-tengah komunitas kita.
Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan (QS. Al An’am (6) : 129).
Kita meyakini, tidak ada kejadian yang kecil dan besar, diam dan gerak, muncul dan tenggelam, maju dan mundur, naik dan turun, termasuk pengangkatan seorang pemimpin, kecuali dalam pengaturan, izin, dan restu Allah SWT. Tidak semata-mata peristiwa alam (thabii, natural).
Katakanlah: Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki di tangan Engkaulah segala kebaikan (QS. Ali Imran (3) : 26).
Surat Al Anam ayat 129 di atas kita bisa memperoleh pelajaran fundamental bahwa diantara hukuman Allah kepada orang yang zhalim (menganiaya diri sendiri) adalah Allah menunjuk orang zhalim lain yang menguasainya. Si zalim pertama akan mendapatkan kezhaliman dari sosok zalim kedua.
Ketika kita ikhlas, sabar dalam mentarbiyah, mentazkiyah diri, keluarga, masyarakat, dengan amar bil ma’ruf dan nahi ‘anil mungkar, maka Allah akan mengirimkan pemimpin yang baik. Ketika masyarakat berbuat zalim, melakukan maksiat, menjauhi syariat, maka yang akan memimpin kita adalah orang yang menindas kita, sebagai hukuman atas perbuatan kita.
Selama ini, kita selalu menuntut agar pejabat, kalangan elitis (qiyadah), agar menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana. Kita sering mengangkat hadits: Jihad tertinggi adalah kalimat yang haq di sisi sulthan yang zalim (jair).
Tetapi, kita seringkali mengabaikan muhasabah, muraqabah, terhadap diri kita sendiri. Sudahkah kita menjadi sosok yang shalih, mukmin, mujahid? Jika kita belum menjadi alat peraga Al Quran yang berjalan di medan kehidupan, mengapa kita menuntut kelahiran pemimpin yang Qur’ani?.
Kita harus berpikir realistis, bahwa pemimpin yang hadir di tengah-tengah kita adalah lukisan dari kepribadian kita. Janganlah kita seperti kaum Khawarij yang selalu menuntut dan mengkritik Ali bin Abi Thalib. Mengapa pemerintahan kalian tidak seperti pada masa Abu Bakar dan Umar bin Khathab ?.
Ali bin Abi Thalib menjawab:
Karena pada zaman Abu Bakar dan Umar, yang menjadi rakyat adalah aku, dan orang-orang yang sepadan denganku, sedangkan rakyatku adalah kamu dan orang-orang yang semisalmu (Syarh Riyadhush Shalihin, Ibnu Utsaimin).
Para ulama mengatakan :
اعمالكم اعمالكم كما تكونوا يولي عليكم
Amal perbuatan kalian sejenis dengan pemimpin kalian. Sebagaimana karakter kalian, seperti itulah model kepemimpinan yang akan mengendalikan kalian.
Ibnul Qayyim Al Jauziyah pernah menjelaskan pentingnya memperbaiki diri, jika kita berharap memiliki pemimpin yang baik.
وتأمل حكمته تعالى فى أن جعل ملوك العباد
وأمراءهم ووﻻتهم من جنس أعمالهم ظهرت
فى صوروﻻتهم وملوكهم فان استقاموا استقامت
ملوكهم وان عدلوا عدلت عليهم وان جاروا جارت ملوكهم
Renungkanlah hikmah Allah. Dia jadikan pemimpin bagi para hamba-Nya, sejenis dengan amal dan prilaku hamba-Nya. Bahkan seolah-olah amal mereka berwujud seperti pemimpin mereka. Mereka istiqomah dalam kebaikan, pemimpin mereka akan istiqomah.
Sebaliknya, ketika mereka menyimpang, maka pemimpin mereka pun menyimpang. Ketika mereka berbuat zalim, pemimpin mereka juga akan berbuat zalim (Miftah Darus Sa’adah hal. 253).
Ada seorang ulama mantan pemimpin para begal, Fudhail bin ‘Iyadh, beliau memberikan contoh kepada kita tentang pentingnya mendoakan kebaikan bagi pemimpin.
Kata Fuadhil: Seandainya saya memiliki satu doa yang mustajabah, maka saya tidak akan menggunakannya kecuali untuk kebaikan pemimpin. */Ali Mu'afi


USTADZ SHOLIH HASYIM

·         penulis adalah anggota Dewan Syura Hidayatullah

Senin, 20 April 2015

517 Warga Malang Terlayani di Layanan Kesehatan Gratis

Layanan Kesehatan Gratis merupakan salah satu program rutin Baitul Maal Hidayatullah Cabang Malang. Sebuah upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dhu’afa, khususnya yang lokasinya jauh dari akses kesehatan. Dalam pelaksanaan Layanan Kesehatan Gratis tersebut, BMH Cabang Malang didukung penuh oleh IMS (Islamic Medical Service) Cabang Malang.

Kegiatan yang dilakukan pada tiap event adalah konsultasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan secara umum yaitu penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, kemudian chek darah meliputi chek kadar gula dalam darah, kadar asam urat dan kadar kolesterol. Selain itu juga melayani pasien untuk sakit-sakit ringan seperti batuk, pilek, capek dll. Untuk sakit yang agak berat akan dirujuk ke Balai Pengobatan atau Rumah Sakit.

Senyum ramah selalu mengiasi wajah warga yang telah menunggu di lokasi Layanan Kesehatan Gratis. Allhamdulillah pada catur wulan pertama di tahun 2015 ini telah terlaksana secara rutin Layanan Kesehatan di beberapa tempat yang berbeda yaitu:
No
Tanggal Pelaksanaan
Lokasi
Pasien terlayani
1
11 Januari 2015
Sumberejo – Batu
138
2
11 Februari 2015
Pujon Lor – Pujon
144 + 4 anak khitan
3
22 Maret 2015
Sukodadi – Wagir
89
4
18 April 2015
Pujon Kodul – Pujon
73
5
19 April 2015
Cemorokandang - Kedungkandang
69

Sampai dengan April 2015 tercatat sedikitnya 517 pasien terlayani di 5 event Layanan Kesehatan Gratis. Mudah-mudahan kegiatan yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi penerima. 

“Terimakasih BMH dan team yang telah jauh-jauh datang ke tempat kami di gunung. Pemeriksaan kesehatan seperti ini belum pernah ada di tempat kami dan sangat bermanfaat bagi kami. Kami berharap kegiatan seperti ini akan bisa dilaksanakan rutin di tempat kami.” Ungkap Bapak Arif, salah satu tokoh masyarakat di Sukodadi – Wagir pada saat pelaksanaan Layanan Kesehatan Gratid di Wagir (22/03). puji

Salurkan infaq terbaik anda untuk kegiatan sosial selanjutnya di Baitul Maal Hidayatullah Cabang Malang melalui rekening BCA 315.3300.000 atau BNI 0053091247 a.n. Baitul Maal Hidayatullah. Call/SMS di 0851.0471.7000

Minggu, 12 April 2015

Belajar Wakaf dari Universitas Al Azhar






Siapa tak kenal Universitas Al – Azhar , Kairo Mesir? Perguruan tinggi Berusia seribu tahun lebih yang telah dikenal seantero dunia. Bahkan , keberadaannya jadi buah bibir umat Islam berkat jasa-jasanya yang telah mencetak banyak ulama dan cendikiawan Muslim.

Tapi, tak banyak yang tahu sejarah perguruan tinggi yang terletak di negara yang dikenal sebagai ibunya dunia (ummu dunnya) itu dulu lahir dari sebuah masjid yang didirikan oleh panglima perang dinasti Fathimyah, Jauhar Al Shaqali pada tahun 970.

Laiknya masjid, dulu hanya digunakan sebagai tempat ibadah, majelis taklim dan dakwah. Lambat-laun geliat aktivitas dakwah dan tarbiyah di masjid ini kian tak terbendung. Pada era Muhammad Abduh karena makin banyak aktivitas pendidikan maka dibentuklah jenjang pendidikan mulai dari dasar hingga perguruan tinggi. Hal itu jadi titik awal lahirnya altar universitas Al Azhar, Kairo yang bisa dirasakan umat Islam hingga kini.

Meski saat ini menjadi universitas berpengaruh di dunia, Al Azhar tidak pernah memasang tarif layaknya perguruan tinggi internasional di Barat. Tidak hanya itu, buku-buku yang biasanya dijual mahal, di Al Azhar dibagi gratis atau dijual dengan harga terjangkau. Tidak mudah untuk melakukan hal itu bagi sebuah kampus.
Terlebih biaya operasional kampus dari waktu ke waktu terus melambung. Tapi, seiiring waktu, Al Azhar tetap eksis.

Lalu, apa rahasianya? Ternyata Al Azhar dari awal sejarahnya mengelola dana wakaf umat Islam. Dana wakaf itu berupa banyak hal, mulai dari uang tunai, harta benda, bangunan, tanah dan sebagainya. Apapun yang bermanfaat bagi Al Azhar ada saja umat Islam yang mewakafkannya. Tak sungkan-sungkan.
Menurut Imam Syafii dan Haanafi wakaf adalah menahan harta-benda sehingga menjadi hukum milik Allah ta’alaa, maka seseorang yang mewakafkan sesuatu berarti ia melepaskan kepemilikan harta tersebut dan memberikannya kepada Allah untuk bisa memberikan manfaatnya kepada manusia secara tetap dan kontinyu, tidak boleh dijual, dihibahkan, ataupun diwariskan. Hukum wakaf sama dengan amal jariyah. Sesuai dengan jenis amalnya maka berwakaf bukan sekedar berderma (sedekah) biasa.

Yang menarik, begitu banyaknya jumlah dana wakaf umat Islam yang dikelola Al Azhar, sampai negara yang terkenal dengan piramida itu membuat wazirah al Auqaf, sebuah kementerian khusus wakaf. Tentu diperkuat dengan Undang-undang dan tenaga yang ahli dan prosesional.

Tidak hanya mampu memberi gratis puluhan ribu mahasiswa di tengah gempuran kebutuhan yang kian membengkak, Al Azhar justru mengembangkan sayap unit usahanya. Seperti rumah sakit, pemberian modal usaha, mengirimkan dai dan dosen ke seluruh dunia, dan menerbitkan koran mingguan Shout Al Azhar. Prestasi yang sungguh membanggakan.

Kesuksesan Al Azhar dalam mengelola dan memanfaatkan dana wakaf umat ini banyak menginspirasi umat Islam di belahan negara di dunia, salah satunya di Indonesia. Tak sedikit lembaga dan yayasan yang menggunakan konsep wakaf untuk melakukan pemberdayaan umat dan pengembangan yayasan. Bahkan, saking dahsyatnya efek wakaf ini, negara komunis Rusia sempat melarang umat Islam untuk berwakaf. Pasalnya, wakaf di negara tersebut diklaim bisa membantu pertumbuhan Islam cukup signifikan.

Wakaf di negara yang jumlahnya terbesar di dunia, Indonesia ini memiliki potensi luar biasa. Ibarat raksasa tertidur (giant sleeping). Lihat saja jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 250 juta jiwa. Apalagi, dari jumlah sebesar itu, sekitar 80 persen lebih adalah umat Islam.

Jika setiap umat Islam sadar untuk wakaf maka akan terkumpul dana yang luar biasa. Hitung saja misalnya per orang Rp 50 ribu per bulan. Kalau diambil sepuluh juta orang saja misalnya kemudian dikali Rp 50 ribu maka dihitung dengan kalkulator manual bisa jebol. Luar biasa!

Sayangnya, kesadaran umat Islam untuk berwakaf masih cukup minim. Karena itu, potensi yang besar seperti raksasa tertidur itu harus dibangunkan. Jika kesadaran itu sudah terbangun, tidak menutup kemungkinan banyak proyek keumatan yang bisa segera tertangani. Dan umat Islam Indonesia menjajadi ‘raksasa Asia yang menggeliat’ sebagaimana Al Azhar




Inilah Gunung Pelangi Di China yang Diceritakan di Dalam Al-Quran





Hidayatullah.com – Beberapa minggu ini penduduk dunia virtual (netizen) heboh dengan fenomena gunung pelangi dan warna-warni (rainbow mountain). Semula , kabar adanya  gunung pelangi itu hanya hoax. Namun belakangan, fenomena itu makin terungkap setelah berbagai tulisan dan video amatir menambahi fakta baru.

Adalah Danaxia Landform fenomana lanskap yang ditemukan di sebelah tenggara dan barat daya China,  terdiri dari tebing-tebing lengkung warna-warni. Tepatnya berada di Kota  Zhangye, di Provinsi Gansu, China.

The Zhangye Danxia Geological Park Nasional (China: 张掖 丹霞 国家 公园),  ini mencakup area seluas 510 kilometer persegi (200 sq mi). Sebelumnya taman provinsi dan daerah pemandangan, itu menjadi geopark nasional pada November 2011.


Gunung pelangi ini dinilai sangat menakjubkan karena bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning. Menariknya, di tempat itu tak ditemukan tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.
Menurut Telegraph, warna-warni menakjubkan perbukitan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.
Formasi batuan tersebut kemudian mengalami pergeseran lempeng tektonik yang juga membentuk pegunungan Himalaya. Hujan dan angin yang menerpa daerah itu selama jutaan tahun juga ikut andil dalam membentuk ceruk, lembah, dan pola warna Zhangye Danxia. Konon gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung kondisi cuaca.
Daerah ini dengan cepat menjadi objek wisata yang populer bagi kota  Zhangye. Sejumlah trotoar dan jalan telah dibangun guna mendorong pengunjung menjelajahi formasi batuan yang menakjubkan, utamanya setelah  UNESCO telah menetapkannya  dalam Daftar Warisan Dunia pada pertemuan ke-34 yang diadakan di Brasilia, ibu kota Brasil, pada tanggal 1 Agustus 2010.
Saat pertama kali Danaxia Landform diketahui khalayak melalui foto-foto yang beredar di dunia maya, banyak yang menganggap pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer.
Apalagi belakangan banyak orang merilis video amatir saat usai mengunjungi  Danxia Landform, kini, tempat ini menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China yang menghasilkan pendapatan cukup tinggi bagi penduduk Zhangye.

The Zhangye Danxia landform juga dikenal sebagai eye candy dari Zhangye. Banyak seniman mengagumi karya ini laksana lukisan sempurna di atas kanvas.
Yang tak kalah menakjubkan, belakangan fenomena ini dikaitkan dengan salah satu surat dalam Al-Quran, tepatnya dalam Surat Al Fathir [35] ayat 27 di mana Allah Subhanahu Wata’ala telah lama mengungkap rahasia adanya gunung yang berwarna-warni.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُّخْتَلِفاً أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ
“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” [QS: Al Fathir [35]: 27]
Al-Quran telah menjelaskan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu, bahhkan sebelum para Sahabat Rasulullah datang dan berdakwah ke China.
Hal ini menunjukkan bahwa al-Qur’an adalah salah satu bukti terpenting yang memungkinkan kita mengetahui keberadaan Allah.
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushshilaat  [41]: 53).
Semoga informasi yang ada dalam Al-Quran semakin menambah keyakinan kita  akan kebenaran Al-Quran.*/Ali Mu'afi




Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Kontak Kami

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah BMH tetap berkhidmat bersama Ummat - WA 0851.0471.7000

Alamat:

Jalan Sidomakmur 15 Sengkaling Dau Malang

Jam Kerja:

Senin sampai Jumat pUkul 08.00 hingga 16.30

Phone:

0851.0471.7000

Recent Comments

Recent Posts