Musibah longsor yang menimpa saudara kita di Banjarnegara sungguh sangat luar biasa. 100 orang dilaporkan tertimbun longsoran. Dan, sampai sore tadi, baru 18 korban yang berhasil dievakuasi.
Proses evakuasi terpaksa dihentikan karena lokasi yang diguyur hujan deras. “Insya Allah besok evakuasi akan dilanjut dan kami bersama tim SAR akan ikut membantu proses evakuasi lanjutan,” ujar Muslim Korlap Siaga Bencana Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yang sudah siaga di lokasi.
Untuk sampai di Kota Banjarnegara relatif normal. Akan tetapi, dari Kota Banjarnegara ke lokasi memerlukan waktu yang cukup lama, karena jalur utama juga tertutup longsor.
Dari Kebumen normal 2 jam, tapi tadi dari Kota Banjar ke lokasi memakan waktu sekitar 3 jam. Ini karena medan yang sulit dan jalur utama terputus timbunan longsor. Bahkan alat berat belum bisa tembus ke lokasi.
Sejauh ini, menurut pantauan Korlap BMH yang berada di lokasi, tepatnya di Dusun Jemblung Sampang Kecamatan Karang Kobar Banjarnegara tercatat ada 15 posko dengan masing-masing posko terdiri dari 100-200 pengungsi.
“Pengamatan kami mencatat sudah ada 15 posko pengungsian, yang masing-masing posko diisi sekitar 100-200 jiwa,” rinci Muslim.
“Para pengungsi memerlukan bantuan segera berupa logistik dan selimut karena cuaca dingin pegunungan dan masih cukup sering hujan,” imbuhnya.
Sementara itu BMH dalam aksi bantuan pertama ini baru bisa menyalurkan bantuan berupa logstik selimut, makanan instan, alas tidur, dan lain sebagainya. “Alhamdulillah, BMH sudah salurkan bantuan, tetapi ini masih belum seberapa,” ungkapnya.
Dalam Aksi Siaga Bencana Nusantara ini BMH bekerjasama dengan SAR Hidayatullah dan Pengurus Daerah (PD) Hidayatullah Banjarnegara. Sinergi juga dengan LAZ dan relawan Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar