Searching...

Popular Posts

Senin, 17 Maret 2014

Kutut, bak gadis cantik “bunga desa” Pandansari kec. Ngantang Malang Jatim




Setelah satu minggu di pertengahan bulan Februari 2014 mengelola posko bencana peduli korban gunung kelud di kecamatan Kasembon, BMH memandang ada daerah yang paling parah di wilayah Malang yakni desa pandansari kecamatan Ngantang.

Bermula dari datangnya team BMH Pusat bersama korwil Jatim dan bapak Giarno BMH Pare mensurve lokasi yang menurut pemberitaan di media tergolong paling parah. Media massa sering atau beberapa kali mengangkat berita tentang dusun kutut desa pandansari selatan bendungan selorejo.

Mobil APV ambulan BMH Jatim menyusuri sungai lahar yang waktu itu masih menjadi daerah terlarang, kami menyusul dengan mobil Elf team Medis IMS Pusat Jakarta juga menyeberang sungai lahar yang menjadi satu-satunya akses menuju dusun kutut. Kami melihat rumah-rumah penduduk yang hancur dengan genting yang berantakan. 90% kondisi rumah tidak layak dihuni karena dalam rumah tembus air hujan, penuh pasir dan air hujan.

Hari pertama kami mengadakan layanan medis, hanya kurang lebih 10 orang yang dating untuk periksa kesehatan. Masih sepi karena mayoritas penduduk belum dating dari tempat pengungsian. BMH menjadi lembaga zakat pertama yang datang di daerah terparah di Malang, LAZNAS pertama, bahkan ormas pertama yang datang, setelah TNI tentunya. Hampir sebulan BMH mengelola posko di dusun Kutut desa Pandansari Ngantang.

 
Bapak Humam Hidayat, SS kepala cabang BMH Malang tertunjuk sebagai korlap di wilayah malang sebagai pewakilan korwil jatim dan BMH Pusat sebagai Pembina agenda peduli bencana nusantara. Pernah team yang datang pertama kali tidak bisa menyeberang karena derasnya sungai lahar yang datang sewaktu-waktu.

Team BMH pernah mengantar pasean atau penduduk yang pingsan tidak sadar karena minum obat secara over dosis, dan mengantar atau mencari puskesmas yang tak kunjung ketemu. 
Karena tidak ada layanan kesehatan yang buka saat kondisi bencana. Yang seharusnya layanan kesehatan buka 24 jam saat kondisi bencana.

Peran mobil APV Ambulan BMH cukup vital untuk antar layanan kesehatan dan antar relawan yang keluar masuk daerah bencana. Bahkan ambulan BMH cukup familiar di kalangan petugas keamanan di seputar daerah bencana di Ngantang. Kalau ada relawan BMH yang dilarang masuk wilayah kutut, tetap bisa masuk dengan peran ambulan BMH. Bahkan yang menyetir adalah kalangan TNI.

 Puluhan bahkan ratusan relawan BMH dan Hidayatullah Jawa Timur sempat dikerahkan untuk daerah bencana di Kasembon dan Ngantang, terutama di dusun Kutut. Tercatat sempat memenuhi jadwal untuk datang sebagai relawan BMH dari cabang :Madura, Surabaya, malang, jombang, trenggalek, tulungagung, probolinggo, bondowoso, blitar, ponorogo, Kediri, dll.

Banyak bidang garapan yang sudah dikerjakan oleh relawan BMH Jatim di daerah desa Pandansari Ngantang terutama dusun Kutut. Antara lain : membantu membersihkan pasir dari jalan dan rumah penduduk, membantu memasang terpal dan genting, membersihkan fasilitas umum, masjid, mushola, TPQ dan madrasah diniyah.
 
Lebih dari total seratus tigapuluh juta rupiah dana dan barang bantuan yang di kelola di daerah bencana di kecamatan Kasembon. Sedangkan di kecamatan Ngantang desa Pandansari ini lebih banyak lagi tenaga, dana dan barang bantuan yang dikelola BMH Jawa Timur.


Bahkan sampai saat ini agenda recovery belum selesai dan terus dalam pemikiran dan penyelesaian. BMH bersama seluruh lapisan masyarakat, pejabat pemerintahan, TNI, ormas dan lembaga swadaya masyarakat terus berbenah mencari solusi bencana nusantara ini. Bersama ormas Muhammadiyah terutama PDM Kabupaten Malang bersama mengelola di Kecamatan Kasembon.


Sedangkan di Desa Pandansari Ngantang ini lebih banyak lagi elemen masyarakat yang turut terlibat turun tangan berperan dalam penanggulangan bencana. Baik untuk persoalan rumah penduduk, jalan raya, masjid dan mushola, layanan air bersih dan lembaga pendidikan.SD Pandansari 3 adalah satu-satunya sekolahan untuk tiga dusun yakni dusun Kutut, Pahit dan Klangon. Juga TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) atau Madrasah Diniyah Tarbiyatul Aulad adalah satu-satunya TPQ untuk tiga dususn tersebut.

Sempat kita kenalan dengan para Pembina dan pengasuh TPQ tersebut yakni bapak Ngudi Cahyono, bapak twinanto dan bapak Kholid. Setelah pemasangan genteng rumah-rumah penduduk dianggap selesai, dan tugas TNI dianggap selesai sesuai jadwal yakni pada hari minggu tanggal 9 Maret 2014, maka terlihat suasan baru dan sisa bencana tinggal cerita dan perbaikan selanjutnya. Aktifitas penduduk sudah mulai terlihat seperti semula, walau sawah lading belum bisa diolah dan dikerjakan.

Masih penuh dengan pasir kiriman kelud. Juga persoalan yang belum selesai adalah saluran air bersih yang melalui jalur paralon menuju sumber dekat kelud sampai sekitar tujuh kilo meter. Suasana baru juga terlihat dan terasa semakin ramai. Ramai dengan hadirnya lembaga dan pihak-pihak yang mau berperan berbuat baik menyampaikan simpati dan empati dengan korban bencana. Bendera- bendera lembaga zakat, LSM, bendera ormas pun semakin berkibar.

Bahkan bendera-bendera partai politik juga bermunculan di dusun kutut dan sekitarnya di wilayah Pandansari Ngantang. Ya ya ya, memang bencana membawa berkah bagi warga desa Pandansari Ngantang terutama dusun Kutut. Hari-hari sebelum bencana letusan gunung kelud, mungkin dusun kutut dipandang sebelah mata sebagai jalur desa yang tidak perlu dikunjungi. Bahkan dilirik pun dari lokasi taman rekreasi bendungan selorejo amat mustahil dan terpinggirkan.

Tapi, Allah memang Maha Kuasa.saat ini tempat rekreasi masih tutup dan tidak ada pengunjung sama sekali, kecuali kemarin menjadi posko TNI. Semua pengunjuk yang mau menunjukkan rasa simpati dan empati menuju dusun kutut. Berita mas media, pejabat, orang kaya, mobil mewah (maksudnya mobil-mobil yang kuat sekelas starada, resqiu) banyak terjun menuju lapangan bencana.


Semoga bencana ini menjadi semacam teguran lembut dari NYA untuk warga dan para relawan serta pengunjung untuk lebih rajin beribadah. Baik ibadah mah-dhoh maupun ibadah kesholehan social. Amiiin Posko BMH peduli bencana Gunung Kelud di dusun Kutut Pandansari Ngantang Malang, SIAP menyalurkan simpati dan empati ANDA.

  Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Mengajak disiplin berinfaq, sedekah, zakat, hibah dan wakaf, minimal 2,5 % dari setiap rizki/ penghasilan yang diterima.

Untuk menyempurnakan taqwa… Mewujudkan lembaga zakat yang amanah dan profesional, untuk kemandirian bangsa. kami team BMH Cabang Malang siap menghubungkan niat baik Anda dengan yang berhak menerimanya, menyalurkannya pada yang berhak.

 Layanan jemput Zakat, Infaq, Shodaqoh, hibah, wakaf Anda…. Ke 
CP.0877.5961.0020
 0852.3496.4872
 0341-7076662_
PIN BB. 26A2122B
 pak Makin_team BMH Malang 

Call me please 24 jam non stop....
 “Tebarkan rahmat berdayakan ummat” Atau datang langsung ke... kantor BMH Malang da.

Jl.Sidomakmur 15 Malang Jatim 
0341-462738./0341.7717000
 Atau 
 Kantor Kas Kota Kepanjen da. Raya Panggungrejo 41/409 
(depan jl/Gg.Pandan) 
Kota Kepanjen 0341-392096. 

http://bmhcabangmalang.blogspot.com

fb.bmhmalang@yahoo.co.id
Alamat fb/email : makin.udin@yahoo.co.id

Salam Super, Salam Sukses, Salam Dahsyat, Salam Mantafff...

0 komentar: